Selasa, 30 Desember 2014

Surat Untuk Zahra

Zahra apa kabar? Lama aku tidak berkabar padamu. Setelah sepuluh tahun terakhir, Hari ini aku beranikan diri kembali menulis surat. Karena, berita tentang peristiwa itu sering sekali muncul di media massa. Sepuluh tahun, sudah banyak yang berubah Zahra. Begitu juga dengan kampung yang selalu kau ceritakan dalam surat-surat mu.

Kau bercerita bagaimana tiap malam kau mendengar desing peluru bagai kembang api di malam tahun baru. Kau mendengar sirine ambulan bersahut sahutan dengan adzan dari meunasah, bahkan lebih dari lima kali sehari. Tak bisa kubayangkan bagaimana hidupmu di tengah perang, yang sepengetahuanku perang hanya ada di film, kalau ada pihak Amerika merekalah pemenang.

Jumat, 17 Oktober 2014

Di Masa Lalu, Kita adalah Sepasang Kekasih

kini jangan marah bila kutarik empat larik. kau nafas yang tak akan kulepas.
---Petikan "6 Sonet Bunga Tidur La Fang"---

Ini bukan cinta yang dungu,
berjam aku menunggu, tepat nya sudah 117 hari, aku menghitung lugu.
belum lagi terang mencuri pagi, sudah bersiulpun sembari mengguyur air.
dingin, menggigil tanpa ampun. tapi senang.

Kamis, 09 Oktober 2014

Spinggan

Semesta bergulir tak kenal aral
Seperti langkah-langkah menuju kaki langit
Seperti genangan akankah bertahan
Atau perlahan menjadi lautan
-banda neira hujan di mimpi-

Saat aku bertemu dengannya aku mengingatmu, maaf bukan aku mencintaimu kembali, karena kini kau sudah menjadi pohon berbunga itu, tapi aku selalu memulai banyak hal darimu dan itu sulit aku lepaskan. aku suka.

Aku datang, ke tempat di mana kau pernah ada, meski saat ini tidak lagi. aku juga tak lupa menanyakan di sebelah mana tanah kelahiran mu. kau tak penah hilang dalam banyak kisah. aku suka.